Blog Cinta Ilahi Rotating Header Image

Contengan Idea

Sabtu ; Mengutip Serpihan Cinta!

Bismillahirrahmaanirrahiim.

kadang kala bila berdepan dugaan yang hebat, kita yang perlu tenang. diam. berjalan dan nikmati kehidupan ini. sesekali berhenti untuk melepas lelahan jiwa - semuanya sudah suratan dari Allah! =)

kadang kala bila berdepan dugaan yang hebat, kita yang perlu tenang. diam. berjalan dan nikmati kehidupan ini. sesekali berhenti untuk melepas lelahan jiwa – semuanya sudah suratan dari Allah! =)

Pernah merasa diduga dengan dugaan yang berat? Dan masa itu ayat, “Sabarlah. InshaAllah, ujian ni dari Allah untuk kau. Ada hikmah,” terasa seperti ayat yang hanya layak dibakul sampahkan. Kerana merasa orang tidak tahu sejak bila kita menyelimuti perjalanan kehidupan dengan sabar. Dan jiwa memberontak, ‘Yang aku perlukan bukan kalian semua suruh sabar dan sabar. Aku perlukan lebih dari sabar, kerana kalian tidak tahu kesabaran yang aku tanggung selama ini!’ Dan pujukan sabar dari orang ramai tidak bererti lagi.

Kalau belum pernah, lambat laun kita pasti akan merasa. Kalau sudah pernah, atau sedang merasainya; maka laluinya dengan caramu yang tersendiri. Namun sangat pasti, dirimu akan mengutip kembali bantuan pujukan ‘sabar’ dari orang lain. Kerana, selain berusaha — dirimu pasti memerlukan kesabaran dalam jiwa. Percaya? Dirimu akan rasa.

Hanya ini dariku sebagai saudaramu – –
semoga Allah mengganjari dengan kebaikan segala kesabaranmu.

Semoga ALLAh merahmati.

Mungkin Kita Perlu Mencari Diri

Mungkin juga Allah sedang mengajarkan sesuatu..

Mungkin juga Allah sedang mengajarkan sesuatu..

Kadang-kadang mungkin pernah ada situasi dalam hidup;
“ya Allah, kenapa Kau tidak temukan aku di sini,
dengan orang-orang yang saling beringat dan saling mencintai-Mu.”

Malah dikelilingi dengan manusia-manusia yang kita santuni —
manusia yang bila kita bicara soal akhirat;
mata mereka tiada bersinar gembira mahu pun hiba,
mulut mereka tidak ringan untuk berkongsi mengenainya,
bahkan peringatan kerana Allah juga menjadi sesuatu yang salah.

Sehingga ada satu waktu kita terfikir;
“Allah, apakah Engkau telah membiarkan diriku ini?”
kerana merindukan akhowat yang saling mencinta kerana-Nya —
walhal di sini cinta itu tidak membenih bersama,
bahkan terasa makin layu menyembah dunia.

Mungkin juga Allah Ta’ala sedang membiarkan kita mengira waktu;
biar kita mencari diri yang seperti dulu —
dan satu masa nanti tersingkap tabir hikmah semuanya.

Ya Allah, jangan serahkan diriku ini padaku hatta sesaat waktu.

Suhana Amiril
1131 PM | 14012014

Ranap Dalam Durasi Waktu

Bismillahirrahmaanirrahiim.

kan kita ada Tuhan, satu tempat pergantungan.

kan kita ada Tuhan, satu tempat pergantungan.

Satu hari,
dalam momen aku ranap dalam kediaman
setiap tanya dan bicara aku layankan dengan ekor mata
momen jiwa untuk bercakap itu tiada.

“Aku takut kekadang dengan kau. Sifat tawakal kau tinggi.”
aku hanya dengar dengan kosong.
“kadang-kadang macam tak bertempat.”
aku pandang ke depan,
menanti durasi waktu berjalan.
“tapi aku rasa selamat bila dengan kau. terima kasih!”

Betapa pun,
jiwa yang sering menutur tingkah kuat itu
pasti ada harinya akan longsai tanpa sangsi.

Tangan bergenggam tapak tangan;
“kan kita ada Tuhan, satu tempat pergantungan.”