Refleksi Ramadhan #7 : Panggilan Yang Menenangkan Jiwa

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sungguh panggilan Allah itu selalu menenangkan jiwa para hamba-Nya.
Sungguh panggilan Allah itu selalu menenangkan jiwa para hamba-Nya.

7 Ramadhan 1435H.

Hari sabtu adalah hari ‘rehat’ bagi seorang pelajar. Kemas bilik, kemas rumah. Cuci kain baju, jemur kain baju dan lipat kain baju. Maka itulah yang saya lakukan hari ini. Aktiviti tambahan yang wajib, buat segala tugasan yang telah diberikan oleh para pensyarah. Baru hendak berlalu minggu pertama, dan percayalah tugasan itu semakin menggunung.

Dalam hidup ini, kita sangat suka apabila orang memanggil kita dengan nama atau gelaran yang kita suka. Maka hati kita akan jadi senang. Atau cukuplah jika orang memanggil kita dengan nama kita, tapi dengan panggilan yang lembut dan perlahan, kan? Tiada siapa di dunia ini yang suka dipanggil dengan nada kekerasan.

Saya sendiri pasti, anda bersetuju dengan saya.

Maka hari ini, pada waktu saya membaca terjemahan al-Quran.. Jiwa saya seakan-akan terbang ke atas. Terlalu sukar hendak diterjemahkan bagaimana apabila membaca ayat demi ayat di dalamnya, begitu tenang rasa. Saya menginsafi diri sendiri, sayakah itu yang Allah Ta’ala panggil di dalam firman-Nya?

Dalam al-Quran, terlalu banyak firman Allah Ta’ala yang dimulai dengan ‘ya ayyuhal ladzina aamanu’, wahai orang-orang yang beriman. Entah, tapi sangat terasa oleh jiwa saya ini bahawa panggilan itu sebenarnya bukan panggilan biasa-biasa.

Tetapi sebenarnya panggilan itu sangat menenangkan.

Continue reading “Refleksi Ramadhan #7 : Panggilan Yang Menenangkan Jiwa”